Newcastle vs Tottenham: Kontroversi Penalti yang Menghebohkan Premier League

Newcastle vs Tottenham: Kontroversi Penalti yang Menghebohkan Premier League

VAR dan Penalti Kontroversial di St James’ Park

Pertandingan Premier League antara Newcastle United dan Tottenham Hotspur berakhir dengan skor 2-2 yang menegangkan, tetapi perhatian utama tertuju pada kontroversi VAR di menit ke-86. Pelatih Spurs, Thomas Frank, menyebut keputusan VAR untuk memberikan penalti kepada Newcastle sebagai “absolute mistake”.

Insiden bermula ketika Rodrigo Bentancur tampak memegang Dan Burn di dalam kotak penalti saat Newcastle mengambil tendangan sudut. Wasit Thomas Bramall awalnya tidak memberi penalti, tetapi setelah meninjau monitor di pinggir lapangan atas saran VAR, penalti tetap diberikan.

Anthony Gordon kemudian mengeksekusi penalti dengan sempurna, membawa Newcastle unggul sementara. Namun, Cristian Romero menyamakan skor pada menit ke-95 dengan tendangan overhead yang menakjubkan, sehingga Spurs tetap mendapatkan satu poin.

Meta Deskripsi: Kontroversi VAR saat Newcastle vs Tottenham, penalti yang diperdebatkan, dan komentar Frank, Howe, serta pundit Premier League.

Argumen Spurs: VAR Membuat Kesalahan

Menurut Thomas Frank, penalti yang diberikan adalah kesalahan besar. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam keputusan VAR:

  • “Wasit melakukan tugasnya dengan baik di lapangan,” kata Frank.

  • “Penalti itu seharusnya tidak terjadi. VAR seharusnya hanya menegur jika jelas dan nyata.”

Frank juga menambahkan bahwa bahkan beberapa pemain Newcastle pun menganggap keputusan itu kontroversial. Spurs merasa aturan holding dan grappling di kotak penalti sering disalahartikan saat diterapkan.

Sementara itu, pelatih Newcastle, Eddie Howe, berpendapat: “Defender tidak melihat bola sama sekali, dia fokus pada Dan Burn. Mungkin itu keputusan yang benar.” Pernyataan ini menambah kompleksitas debat seputar interpretasi material impact di kotak penalti.

Pundit Premier League Bereaksi

Banyak pundit menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap keputusan VAR. Berikut beberapa komentar mereka:

PunditKomentar
Izzy Christiansen“Kalau penalti ini diberikan, kita akan melihat penalti setiap pertandingan.”
Clinton Morrison“Tidak ada tarik-menarik baju, hanya berdiri di tempatnya. VAR seharusnya tidak ikut campur.”
Jonathan Woodgate“Burn seperti petarung UFC melawan Bentancur yang ringan. Tidak ada penalti.”
Micah Richards“Tidak ada cukup holding, referee sudah benar menolak penalti awalnya.”
Jamie Redknapp“Burn bahkan tidak mengeluh. Kita ingin konsistensi.”

Komentar ini memperlihatkan bahwa kontroversi VAR bukan hanya soal aturan, tapi juga persepsi publik dan pemain.

Standar PGMOL dalam Penalti

Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) memiliki beberapa pertimbangan sebelum memberikan penalti:

  1. Jika pemain hanya fokus pada lawan dan tidak menatap bola, serta mempengaruhi pergerakan lawan, penalti diberikan.

  2. Jika kedua pemain melakukan aksi serupa secara simultan, permainan dilanjutkan.

  3. Jika satu pemain jelas menahan lawan dan mengganggu kemampuan bermain bola, penalti harus diberikan.

  4. Tindakan non-footballing yang jelas memengaruhi lawan juga bisa dihukum penalti.

Dengan aturan ini, banyak yang masih mempertanyakan apakah Bentancur benar-benar melakukan pelanggaran yang memenuhi material impact.

Dampak Kontroversi terhadap Konsistensi Liga

Kasus ini menyoroti masalah utama Premier League saat ini: konsistensi keputusan VAR. Transisi dari keputusan wasit di lapangan ke monitor VAR sering menimbulkan kebingungan.

  • Spurs menuntut kejelasan agar semua tim menerima perlakuan sama.

  • Pundit juga menekankan bahwa keputusan semacam ini bisa memengaruhi hasil pertandingan dan moral tim.

Kritik ini menegaskan bahwa penggunaan VAR harus lebih transparan dan standar penalti lebih dipahami publik.

Kesimpulan: VAR dan Tantangan Konsistensi

Pertandingan Newcastle vs Tottenham bukan hanya soal skor, tapi soal integritas pengambilan keputusan VAR. Penalti kontroversial ini memicu perdebatan, komentar keras dari pelatih, pundit, dan publik.

Meskipun Romero menyelamatkan satu poin bagi Spurs, kontroversi VAR tetap menjadi pembicaraan utama Premier League. Liga ini menghadapi tantangan besar untuk menyamakan persepsi antara wasit, VAR, dan publik agar standar penalti lebih konsisten.

Dengan demikian, insiden ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi hadir untuk membantu, keputusan akhir tetap membutuhkan kejelian manusia. Konsistensi, interpretasi aturan, dan pengambilan keputusan transparan akan menjadi kunci untuk menjaga kredibilitas liga.